PERSIDANGAN IMAJINER: MENGHADIRKAN SOEKARNO DAN SOEHARTO DALAM KELAS SEJARAH

Pembelajaran inovatif, kreatif, dan berani dalam mata pelajaran sejarah sudah saatnya ditampilkan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang bernuansa orisinil dan emosional. Orisinil berarti siswa seakan dibawa memasuki alam pikiran masa lalu. Imajinasinya berkembang lebih cepat ketika ia menyaksikan rangkuman masa lalu dalam sebuah kegiatan belajar di ruang kelas. Emosional berarti siswa memiliki curahan ekspresi yang tersalurkan ketika melihat masa lalu berada di depan dan di sekelilingnya. Oleh karena itu, bentuk pembelajaran yang mampu menyalurkan hasrat untuk mengeluarkan segala hasrat siswa dapat tersalurkan dengan cara menyajikan rekaman masa lalu dalam bentuk live pada dan dari siswa sendiri sebagai pelaku sekaligus penikmat. Bentuk pembelajaran simulasi yang berupa persidangan imajiner menjadi sebuah alternatif tepat untuk mengajak siswa sendiri melalui proses perdebatan, pergulatan ide, dan adu argumentasi antara pihak-pihak kontroversial dalam sebuah lakon atau peristiwa sejarah tertentu. Lalu, bagaimana caranya agar sajian persidangan imajiner tersebut bisa berjalan dengan baik? Apa yang harus disiapkan? dan, bahan materi apa saja yang tepat bila disajikan dengan model pembelajaran ini?