Makalah Teori Belajar dan Pembelajaran


Makalah Teori Belajar dan Pembelajaran

Perilaku atau sifat manusia :
1) Anorganik
2) Vegetatif
3) Animal
4) Human
5) Religius

Hakikat Belajar
1) Belajar sebagai karakteristik uang membedakan antara manusia dengan makhluk yang lain.
2) Belajar dilakukan sepanjang hayat manusia.
3) Belajar merupakan kegiatan untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan dan pengalaman.

Tahapan belajar:
1) Mengetahui 
2) Memahami 
3) Menguasai
4) Melakukan

Pengertian Belajar
1) Belajar adalah suatu kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Usaha untuk memenuhi kebutuhannya, mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sesuatu, sehingga manusia menjadi tahu, mengerti dan memahami (Fudyartanto, 2002).

2) Belajar merupakan kegiatan untuk memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman. Mengingat dan menguasai pengalaman dan mendapatkan informasi atau menemukan. Jadi belajar memiliki arti dasar adanya aktivitas dan penguasaan tentang sesuatu. (Hilgrad & Bower, 2002)

3) Morgan dkk, 1986 mengatakan bahwa bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap & terjadi sebagai latihan atau pengalaman.


Ada perbedaan antara ahli psikologi dengan ahli pendidikan. Psikologi memandang belajar sebagai perubahan yang dapat dilihat dan tidak peduli apakah hasil belajar itu positif atau negatif. Sedangkan ahli pendidikan memandang bahwa belajar adalah proses perubahan manusia ke arah tujuan yang lebih baik dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Ciri-Ciri Belajar
1) Ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku, hasil belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil. Tanpa mengamati tingkah laku hasil belajar kita tidak dapat mengetahui ada tidaknya hasil belajar.

2) Perubahan tingkah laku relatif permanen, ini berarti bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah.

3) Perubahan tingkah laku tidak harus segera diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung. Perubahan tersebut disebut bersifat potensial.

4) Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.

5) Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan untuk memberi semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.

Prinsip-Prinsip Belajar
Soekamto & Winataputra, 1997
1) Apapun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar bukan orang lain, maka dari itu siswa harus aktif.

2) Setiap siswa harus belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.

3) Kemampuan akan dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses belajar.

4) Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan siswa akan membuat proses belajar lebih berarti.

5) Motivasi belajar akan lebih meningkat apabila ia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya.

Proses Belajar
Proses belajar adalah serangkaian aktivitas yang terjadi pada pusat saraf individu yang belajar. Proses belajar terjadi secara mental dan tidak dapat diamati oleh karena itu, proses belajar hanya dapat diamati jika ada perubahan tingkah laku seseorang yang berbeda dengan sebelumnya. Perubahan tersebut bisa dalam hal pengetahuan, afektif ataupun psikomotoriknya.

Menurut Gagne (2007), proses belajar dapat melalui tahap-tahap:
Motivasi, 
Siswa sadar akan tujuan yang harus dicapainya dan bersedia melibatkan dalam     belajar. Guru menimbulkan motivasi belajar pada siswa dan menyadarkan siswa akan tujuan-tujuan intraksional yang ingin dicapai guru membuat perhatian siswa terpusat pada tugas belajar yang dihadapi, hal ini dapat dilakukan dengan menyebut kegunaan

Konsentrasi 
Siswa harus memperhatikan unsur-unsur yang relevan sehingga terbentuknya pola perceptual tertentu. Guru mengarahkan perhatian siswa supaya memperhatikan unsur-unsur pokok dalam materi, hal ini dapat diusahakan dengan menunjuk kejadian tertentu dalam suatu demonstrasi, dengan menunjuk pada bagian dalam buku yang dicetak dengan huruf tebal atau warna mencolok, dengan mempelajari   

Mengolahan
Siswa memahami informasi dalam ingatan jangka pendek (short time memory) dan mengolah informasi untuk diambil maknanya (diberi arti). Guru membantu siswa mencerna dan memahami pelajaran dengan menerangkan dalam bentuk verbal, skema, atau bagan. Guru memberi petunjuk tentang bagaimana cara mengambil inti atau membuat skema atau merumuskan konsep dan kaidah, bila perlu guru memberikan pertanyaan yang mengarah untuk membantu siswa menggali informasi yang telah tersimpan 

Penyimpanan
Siswa menyimpan informasi yang telah diolah dalam ingatan jangka panjang (long time memory). Informasi yang dimasukan kedalam ingatan, hasil belajar sudah diperoleh sebagian atau keseluruhan. Guru harus memberikan bimbingan agar siswa dapat menemukan kestabilan dalam mengolah informasi tersebut, karena informasi yang disimpan dalam ingatan jangka panjang.

Menggali 1
Informasi yang digali dalam long time memory digali dan dimasukan kedalam ingatan jangka pendek . informasi ini dikaitkan dengan informasi baru atau dikaitkan dengan sesuatu diluar lingkup bidang studi yang bersangkutan dimasukan kembali kedalam  long time memory.

Menggali 2
Siswa menggali informasi yang tersimpan di dalam long time memory dan mempersiapkannya sebagai masukan bagi prestasi.guru memberikan petunjuk tentang bentuk prestasi yang diharapkan, misalnya dalam bentuk uraian tertulis, lisan dan diagram.

Prestasi
Informasi yang dugali digunakan untuk unjuk kerja/prestasi yang menampakan hasil belajar. Guru memberikan petunjuk tentang bentuk prestasi yang sedang diberikan. Guru memberikan instruksi yang jelas kepada siswa  apakah prestasi itu akan dicapai dalam bentuk tertulis, lisan atau perbuatan.

Umpan balik
Siswa mengkonfirmasikan sejauh mana prestasinya tepat. Guru memberikan dalam perbuatan atau uraian lisan. Guru juga memberikan umpan balik segera setelah uraian tertulis diperiksa.