Drama: Seluk-beluk, Analisis Unsur dan Analisis Tokoh √

Drama, mungkin itu yang ingin kami bahas pada kesempatan ini untuk materi kelas XI SMA sederajat. Ya di kelas XI kita akan bertemu dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi Drama.

Materi yang akan diangkat dalam artikel ini mengenai seluk beluk, analisis unsur drama dan analisis tokoh dalam drama serta contohnya. Semoga dengan artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang drama.

Dikutip dari Wikipedia drama merupakan istilah untuk drama pada masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut dengan istilah tonil. Tonil kemudian berkembang diganti dengan istilah sandiwara oleh P.K.G Mangkunegara VII.

Drama: Seluk-beluk, Analisis Unsur dan Analisis Tokoh

Drama: Seluk-beluk, Analisis Unsur dan Analisis Tokoh


A. Seluk-beluk Drama

1. Pengertian drama

Drama merupakan tiruan atau padanan kehidupan yang diproyeksikan di atas pentas. Ketika penonton drama menonton, mereka seolah-olah melihat suatu kejadian yang ada di dalam masyarakat. 

Kadang kadang konflik yang disajikan dalam drama sama dengan konflik batin penonton mereka (sendiri). 

Karena itu, drama bisa juga diartikan dengan foto kehidupan manusia, potret suka duka, pahit manis dan hitam putih kehidupan manusia.

Drama juga bisa disebut dengan sandiwara. Sandiwara berasal dari bahasa Jawa yaitu Sandi dan Wara Sandi berarti rahasia sedangkan Warah berarti sandiwara adalah ucapan atau ajaran. 

Jadi, sandiwara merupakan ajaran yang disampaikan secara rahasia atau tidak terang-terangan



2. Ciri-ciri drama

Pada umumnya drama ditampilkan berdasarkan teks atau naskah yang sudah dibuat terlebih dahulu. Lalu ciri-ciri teks drama adalah sebagai berikut:

- Ada tokoh atau lakon yang memainkan drama baik manusia maupun boneka.

- Drama dipentaskan di atas panggung. Tapi zaman sekarang bukan saja panggung tetapi dengan bantuan teknologi drama bisa dimainkan di depan kamera untuk ditayangkan setelah melalui perbaikan.

- Drama selalu memiliki konflik yang menjadikan drama tersebut menarik untuk ditonton.

- Seluruh cerita dalam drama berbentuk dialog baik untuk narator maupun tokohnya.

- Dialog dalam teks drama tidak menggunakan tanda Petik (‘’...’’). 

- Naskah drama dilengkapi dengan sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan oleh tokoh pemeran bersangkutan. Petunjuk tersebut ditulis dalam tanda kurung atau bisa juga menggunakan jenis huruf yang berbeda dengan jenis huruf pada pada dialog.

- Biasanya petunjuk yang ada di dalam naskah terletak pada bagian atas dialog atau terletak di bagian samping kiri dan kanan naskah dialog. 


3. Jenis drama

Ada beberapa jenis drama berdasarkan penyajian lakonnya, yaitu:

1. Drama tragedi
Drama ini bercerita tentang kesedihan yang dialami oleh pemain drama. Di akhir cerita tokoh utama mengalami duka yang besar yang harus dilaluinya.

2. Drama komedi
Drama ini bercerita tentang kelucuan dan candaan sehingga penonton tertawa dan terhibur. Drama ini bertujuan untuk menghibur para penonton dengan adegan-adegan yang lucu

3. Drama Tragikomedi
Drama ini drama yang tokoh utamanya dipenuhi dengan kesedihan tetapi mengandung lakon-lakon yang menggembirakan dan menggelikan hati. 

Maksudnya alur cerita yang disajikan tentang kesedihan tetapi disajikan dengan candaan yang lucu dan menggembirakan.

4. Drama opera
Drama opera adalah drama yang dialognya dinyanyikan dan diiringi dengan lagu. Setiap lagu yang dinyanyikan dan musik yang dimainkan berbeda. 

Dan setiap tokoh memiliki iringan musik yang berbeda ketika saat melakukan adegan drama di atas pentas.

5. Drama melodrama
Drama ini merupakan drama pagelaran seperti film atau sandiwara dengan lakon yang bersifat menyentuh perasaaan.

6. Drama Farce
Drama yang menyerupai dagelan (lawakan, pertunjukan jenaka)

7. Drama tablo
Drama ini merupakan drama yang mengutamakan gerakan. Pemain tablo tidak mengucapkan kata-kata tetapi melakukan gerakan-gerakan yang membentuk jalinan jalan cerita drama.

8. Drama Sendratari
Drama ini gabungan dari seni drama dan seni tari. Jalan cerita yang disajikan dibuat berupa tarian-tarian dengan gerakan yang memiliki makna di dalam setiap gerakannya. 

Berdasarkan sarananya drama dibedakan yaitu:

1. Drama panggung
Dimainkan oleh pemainnya di atas panggung pertunjukan

2. Drama radio
Dibuat untuk para pendengar radio. Para pendengar sandiwara radio ini menikmati drama dengar indra pendengaran.

3. Drama televisi
Merupakan dara yang bisa dilihat dan didengar. Drama ini pastinya membutuhkan skenario.

4. Drama film
Sama dengan drama televisi yang membedakannya adalah film ditayangkan di ruang bioskop dan drama televisi ditayangkan di layar televisi.

5. Drama wayang
Merupakan drama yang tokoh-tokohnya berupa wayang dan dimainkan oleh dalang.

6. Drama boneka 
Sama dengan drama wayang. Yang membedakannya adalah tokoh boneka dipakai berupa boneka sedangkan drama wayang tokoh yang yang dipakai berupa wayang.

Berdasarkan ada atau tidak nya naskah drama ini dibedakan sebagai berikut:
1. Drama tradisional
Drama tradisonal merupaka drama yang dimainkan dan dipentaskan tanpa menggunakan teks naskah drama.

2. Drama modern
Drama modern merupakan drama yang dipentaskan berdasarkan teks naskah skenario. Teks naskah skenario harus diterapkan oleh para pemain.

B. Analisis unsur drama

1. Struktur drama

Drama disusun atas bagian bagian sistematis dan bagian itu disebut struktur drama. Struktur Dapat dibagi sebagai berikut: 

a. Prolog
Prolog adalah sebuah pengantar dari naskah yang sedang sajikan yang memberikan keterangan tentang cerita drama yang akan dimainkan. Biasanya prolog ini disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

b. Dialog
Dialog merupakan suatu percakapan dua pemain drama yang bertujuan untuk membangun cerita yang sedang berjalan.

c. Epilog
Epilog merupakan penutup dari sebuah cerita atau drama. Epilog berisi tentang nasihat dan amanat yang disampaikan kepada para penonton. Dan epilog ini juga disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

Nasihat dan amanat disampaikan dari drama yang dimainkan di atas pentas bisa secara tersirat maupun secara langsung.

d. Monolog
Monolog adalah sebuah percakapan yang dilakukan oleh pemain atau pelakon tunggal. Pemain bisa berbicara sendiri untuk mengungkapkan hatinya.

2. Unsur pembangun drama

Drama adalah salah satu bentuk dari karya seni yang berbentuk dialog. Drama juga memiliki unsur intrinsik. Unsur intrinsik yang ada pada drama adalah sebagai berikut: 
a. Tema
Tema adalah topik atau benang merah dari sebuah drama yang disajikan. Misalnya tema tentang persahabatan, perjuangan, pengorbanan dan lain-lain

b. Latar atau setting
Latar adalah keterangan untuk menjelaskan tempat, suasana dan waktu dalam sebuah drama. Sama seperti latar cerpen atau novel, latar pada drama dibagi menjadi tiga yaitu latar tempat, suasana dan waktu.

c. Penokohan/watak
Penokohan adalah sifat yang dimiliki oleh para pelakon/pemain drama. Ada pembagian dalam penokohan dalam drama yaitu tokoh gagal yaitu tokoh yang pandangan dan pemikirannya berbeda dengan tokoh lain. tokoh ini berfungsi sebagai penegas tokoh utama.

Tokoh idaman adalah tokoh yang digambarkan sebagai tokoh yang baik dan terpuji jauh dari sifat yang tidak baik.

Tokoh statis adalah tokoh yang wataknya tidak berubah dari awal drama sampai akhir drama.

kemudian tokoh berkembang yaitu tokoh yang sifatnya berubah misalnya yang awalnya berwatak jahat akhirnya menjadi baik.

e. Alur cerita
Alur adalah jalan atau urutan sebuah drama. alur terbagi menjadi tiga yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran

f. Dialog
Dialog adalah percakapan dua orang dalam drama. Dialog bertujuan untuk menegaskan gerak tingkah laku pelakon. Dan dialog yang dimainkan di atas pentas lebih tajam bahasanya daripada bahasa percakapan sehari-hari.

d. Amanat
Amanat adalah sebuah pesan dan nasihat yang disampaikan dalam drama untuk para penonton yang menyaksikan. Pesan dan nasihat yang disampaikan biasanya tentang berbuat baik kepada orang lain dan kejahatan pasti kalah dengan kebaikan.

C. Analisis tokoh dalam drama

Drama merupakan seni peran. Setiap peran yang di mainkan memiliki karakteristik yang berbeda. Peran dalam suatu pementasan drama berhubungan dengan watak dan perannya dalam cerita.

Setiap tokoh dalam drama mempunyai watak yang berbeda. Naskah tersebut membuat sebuah jalinan cerita drama semakin menarik. Watak yang berseberangan akan menimbulkan konflik. 

Konflik demi konflik terbentuk dan menghasilkan suatu klimaks. Dan pada akhirnya watak tokoh dapat menjadi faktor penentu akhir lakon drama. 

1. Mengenal tokoh dalam drama

Berikut ini merupakan pembagian tokoh drama berdasarkan sifatnya:
a. Tokoh protagonis
Tokoh ini merupakan tokoh utama di dalam lakon drama. Tokoh protagonis berwatak baik dan berlawanan dengan tokoh antagonis.

b. Tokoh antagonis
Tokoh ini merupakan penentang tokoh utama. Watak tokoh antagonis ini biasanya jahat. Dan dengan adanya pertentangan antara tokoh protagonis dengan Antagonis menimbulkan konflik dan akhirnya konflik tersebut membentuk jalinan cerita yang menarik

c. Tokoh Tritagonis
Tokoh tritagonis Merupakan toko pembantu baik untuk tokoh protagonis maupun tokoh antagonis. Tokoh tritagonis ini selalu mengiringi perjalanan tokoh protagonis dan antagonis. 

Berikut pembagian tokoh drama berdasarkan perannya dalam lakon drama: 
a. Tokoh sentral
Tokoh sentral merupakan tokoh yang penting dalam drama. Tokoh ini merupakan penyebab terjadinya konflik.

b. Tokoh utama
Tokoh yang mendukung atau penentang tokoh sentral. Tokoh utama dapat juga sebagai perantara tokoh sentral.

c. Tokoh pembantu
Tokoh ini merupakan tokoh yang membantu baik tokoh protagonis maupun tokoh antagonis.

2. Analisis tokoh dalam drama

Dalam menganalisis tokoh dalam drama, Terlebih dahulu memperdalam peran yang akan dianalisis. Kemudian analisis watak dan karakter tokoh dalam drama berdasarkan dialog dan tingkah lakunya. 

Berikut ini merupakan langkah-langkah menganalisis tokoh dalam drama:
1. Perhatikan, dengar dan baca teks naskah drama.
2. Perhatikan jalan cerita yang ada pada drama tersebut.
3. Simpulkan watak dan karakter tokoh yang dianalisis.

Berikut ini contoh analisis drama silakan untuk dipelajari 


Demikian yang dapat dibagikan tentang drama semoga bermanfaat untuk kita semua.

Rujukan
- Wikipedia
- Buku bahasa Indonesia


Lihat Juga