Tujuan dan manfaat PTK

Seperti penelitian pada umumnya bahwa ada tujuan penelitian yang diinginkan menurut Sanjaya (2009: 33) bahwa tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar secara praktis. Penelitian tindakan kelas dalam pelaksanaannya sangat kondisional dan situasional. 

Menurut Madya (2009: 25) untuk mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung pada ruang kelas atau ajang dunia kerja. 

Tujuan penelitian tindakan kelas dapat dirumuskan sebagai berikut; 
  1. Memperbaiki dan meningkatkan Mutu pendidikan, 
  2. Meningkatkan layanan profesional guru dalam konteks layanan kepada peserta didik, 
  3. Meningkatkan praktek dalam proses pembelajaran dikelas, 
  4. Meningkatkan komunikasi antar teman sejawat dengan adanya kolaborasi dalam penelitian, 
  5. Meningkatkan kemampuan malakukan penelitian dikalangan guru. 

Secara umum manfaat Penelitian Tindakan Kelas menurut Suwandi S (2010:15) disebutkan bahwa guru dapat melakukan inovasi pembelajaran, Guru dapat meningkatkan kemampuan reflektifnya dan mampu memecahkan memecahkan masalah dalam pembelajaran yang muncul, Melalui PTK guru akan terlatih untuk mengembangkan secara kreatifkurikulum dikelas atau sekolah, 

Kemampuan reflektif guru serta keterlibatan guru yang dalam terhadap upaya inovasi dan pengembangan kurikulum pada akhirnya akan bermuara pada tercapainya peningkatan professional guru, Dengan demikian manfaat penelitian tindakan kelas sebagai berikut: 
  1. Untuk memngembangkan inovasi pembelajaran dikelas, orang guru dalam melaksanakan pembelajaran harus merancang pembelajaran yang mendidik maupun merancang penilaian yang baik dalam pembelajaran. 
  2. Untuk meningkan iklim dikelas yang kondusif melalui perbaikan secara berkesinambungan dalam hal ini aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran terjadi eksplorasi, elaborasi dan konformasi dimana guru menjelaskan materi sampai siswa menukan konsep dari materi, dan juga guru sebagai fasilitator dalam kegiatan siswa baik berdiskusi, mengerjakan LKS dan juga praktik dalam mnggunakan media atau alat peraga.. 
  3. Dapat dijadikan sebagai upaya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan, dalam hal ini guru memahami kurikulum sebagai mata pelajaran, kurikulum sebagai pengalam belajar dan juga kurikuum sebagai perencanaan program dalam satuan pendidikan. 
  4. Untuk meningkatkan kinerja serta profesionalisme guru melalui penelitian tindakan kelas, seorang guru menguasai raung lingkup setiap mata pelajaran yang ada dalam satuan pendidikan baik mata pelajaran PKn, IPS, Bahasa, Matematika, IPA yang terdapat pada satuan pendidikan sekolah dasar..