Kelebihan dan Kekurangan Berbagai Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah

Halo kembali bersama blog Materikita. Kali ini kita akan membahas mengenai berbagai bentuk dan jenis sumber yang digunakan untuk belajar sejarah.

Apakah kalian tahu bahwa seorang penjelajah dunia yang mencatat perjalanannya pada suatu waktu nanti akan menjadi sumber untuk penulisan sejarah di masa depan. Namun demikian perlu kalian ketahui, tulisan bukanlah satu-satunya sumber sejarah. Artefak, benda, visual, audiovisual, nontekstual, dan sumber lisan dapat dijadikan sumber sejarah.

Bentuk dan jenis sumber sejaran sangat dibutuhkan oleh seorang penulis sejarah dalam mengungkap suatu peristiwa sejarah yang faktual dan objektif. Tanpa didukung oleh sumber-sumber sejarah, maka penulisan sejarah akan sangat sulit dilakukan dan dibuktikan kebenarannya.

Bentuk dan jenis sumber sejarah itulah yang akan kita pelajari di dalam artikel ini.

Sumber Sejarah Artefak

Salam sehat dan salam Jas Merah. Sebelum lanjut lihatlah contoh artefak dibawah ini.

Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah
Lukisan dinding gua Mayrieres (Perancis)

Artefak diatas ditemukan di dalam gua Mayrieres, Perancis terdapat lukisan hewan yang telah berusia sekitar 15.000 tahun. Lukisan ini dibuat oleh sekelompok manusia prasejarah yang mendiami Barat Daya Perancis. Lukisan hewan yang menyerupai bison tersebut tergambar jelas dan sangat rapi, namun pada tahun 1992 gambar tersebut dirusak dengan cara dicorat-coret. Kemudian coretan itu dibersihkan, akibatnya lukisan prasejarah itu hilang. Coba anda pikirkan apa yang terjadi untuk kemajuan ilmu pengetahuan jika sumber sejarah seperti di atas rusak?

Kasus-kasus perusakan sumber sejarah seperti di atas banyak terjadi di dunia ini. Oleh karena itulah kalian perlu memahami berbagai bentuk dan jenis sumber sejarah agar dapat memahami pentingnya menjaga dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pembentukan identitas, dan manfaat lainnya.

Artefak atau artifact (Inggris) merupakan benda arkeologi atau peninggalan benda-benda bersejarah, yaitu semua benda yang dibuat atau dimodifikasi oleh manusia yang dapat dipindahkan.

Secara arkeologi, artefak diartikan sebagai semua benda dari bahan alam yang dibuat oleh manusia dengan menerapkan teknologi tertentu yang sesuai dengan zamannya. Ciri penting dalam kondep tentang artefak bahwa benda-benda ini dapat dipindah-pindahkan (moveable) dengan relative mudah, tanpa harus merusak atau menghancurkannya terlebih dahulu.

Contoh artefak adalah alat-alat batu, logam, tulang, gerabah, prasasti lempeng dan kertas, senjata-senjata logam (anak panah, mata panah, dan lain-lain), tanduk binatang dan lain sebagainya. Contoh artefak diantaranya:

Berbagai Macam Bentuk Artefak

  1. Artefak Masa Paleolitikum
    Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah

  2. Artefak Masa Mesolithikum
    Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah

  3. Artefak Masa Neolitikum
    Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah

  4. Artefak Masa Megalitikum
    Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah

  5. Artefak Masa Logam
    Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah

Sumber Sejarah Fosil

Fosil berasal dari bahasa Latin fosilis yang artinya ‘diperoleh dengan menggali’. Dalam kamus besar bahaa Indonesia, fosil adalah sisa tulang belulang manusia atau sisa tumbuhan zaman purba yang telah membatu dan tertanam di bawah lapisan tanah.

Jadi fosil adalah benda-benda masa lalu yang didapatkan melalui proses penggalian atau ekskavasi. Fosil yang paling umum adalah kerangka makhluk hidup yang tersisa, seperti gigi, tulang, dan cangkang. Ilmu yang mempelajari tentang fosil adalah paleontology (cabang ilmu arkeologi). Untuk menjadi fosil sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Para ahli membedakan fosil menjadi beberapa macam, yaitu fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dari batu ambar, fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di California, AS. Hewan atau tumbuhan yang diperkirakan sudah punah, tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup.

Terdapat istilah fosilisasi, yaitu proses penimbunan sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang terakumulasi dalam sedimen atau endapan-endapan, baik yang mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian, maupun jejaknya saja. Beberapa syarat terjadinya pemfosilan antara lain:

  1. Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras
  2. Mengalami pengawetan
  3. Terbebas dari bakteri pembusuk
  4. Terjadi secara alamiah
  5. Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit,
  6. Umurnya lebih dari 10.000 tahun yang lalu

Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah
Gambar contoh fosil gajah purba (Mammoth)

Fosil bermanfaat untuk mengetahui sejarah kehidupan bumi pada masa lampau atau menandai periode waktu. Melalui fosil dan artefak, kita menentukan umur bumi, perkembangan flora dan fauna, dan perekembangan kehidupan manusia. Sebagai contoh, batuan yang mengandung fosil graptolite harus diberi tanggal dari Era Paleozoikum, persebaran geografi fosil memungkinan para ahli geologi untuk mencocokkan susunan batuan dari bagian-bagian lain di dunia.

Sumber Sejarah Tekstual

Sumber sejarah tekstual adalah sumber yang berisi keterangan peristiwa masa lalu yang disampaikan secara tertulis dengan menggunakan media tulis seperti batu. Logam, kertas, dan lain sebagainya. Sumber tekstual dapat berupa prasasti , naskah kuno, laporan, surat kabar, buku harian, otobiografi, dan karya sastra. Beberapa contoh sumber sejarah tekstual antara lain:

  1. Prasasti

Prasasti adalah maklumat yang dituliskan paa lempengan batu, logam, daun, tal atau lontar dan kayu. Penulisan prasasti dirumuskan menurut kaidah-kaidah tertentu.

Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah
Gambar Prasasti Kedukan Bukit, peninggalan kerajaan Sriwijaya menuliskan tentang berdirinya sebuah Winangantamwan oleh Dapuntya Hyang

Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah
Gambar Kitab Nagarakertagama, ditulis di Lontar oleh Mpu Prapanca. Menuliskan tentang kerajaan Majapahit

  1. Biografi dan Autobiografi

Biografi maupun autobiografi umumnya berisi tentang kisah seseorang. Sebuah biografi tidak hanya berisi catatan tanggal lahir dan wafat seseorang, pekerjaan, dan perjalanan karier saja, melainkan juga bercerita tentang perasaan dari pemilik biografi dan pengalamannya dalam suatu peristiwa atau kejadian tertentu dalam hidupnya.

Biografi atau autobiografi dapat digunakan sebagai sumber sejarah karena dapat menggambarkan tentang keadaan masyarakat saat itu dengan bermacam dimensi sosialnya.

Penulisan biografi Indonesia sangat berbeda dengan penulisan biografi di negara-negara Barat. Penulisan bigrafi di Indonesia umunya berorientasi pada tindakan , contohnya konsisten mengikuti urutan kronologis, seperti diawali dengan cerita masa kecil sang tokoh, kemudian tindakan-tindakan yang dilakukannya sebagai individu dengan berpikir dan bertindak dalam mencapai sebuah tujuan normatif yang digariskan oleh cita-cita bangsanya. Contoh biografi yang paling populer adalah biografi pahlawan nasional.

Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah
Gambar Buku Biografi Bung Hatta Buku Autobiografi Bung Karno

Kelebihan sumber tekstual atau tulisan adalah dapat menjadi catatan peristiwa yang terjadi berdasarkan yang dialami pada saat berlangsungnya peristiwa. Selain itu dapat mempermudah pengumpulan referensi. Kekurangan sumber tekstual atau tertulis aalah hanya memuat informasi yang dianggap penting untuk dicatat. Selian itu, sumber tertulis yang menggunakan media kertas atau daun-daun tertentu, tidak akan tahan erhadap perubahan kondisi cuaca dan zaman.

Sumber Sejarah Nontekstual

Sumber nonkontekstual adalah sumber-sumber sejarah yang tidak mentransmisikan (menyampaikan) pesan melalui tulisan, melainkan berupa gambar, ornament, foto, rekaman suara, dan rekaman audio visual. Beberapa contoh sumber nontekstual diantaranya:

Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah
Gambar cap tangan di goa Leang-Leang Maros, Sulawesi Selatan

Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah
Relief di candi Borobudur, Jawa Tengah

Bentuk atau Jenis Sumber Sejarah
Foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tabel kelebihan dan kekurangan Artefak, fosil, tekstual, dan nontekstual

No

Konten

Kekurangan

Kelebihan

1

Artefak

Dengan usia artefak yang telah tua dan banyak ditermukan dalam kondisi tidak utuh, dapat menghambat/mempersulit proses penelitian sejarah, atau belum tentu akurat dalam memprediksi peristiwa di masa lalu meskipun ilmu sejarah sendiri dibangun melalui metodologi ilmiah

Diperolehnya bukti-bukti akurat yang mendukung penulisan sejarah, menguatkan argument dan memungkinkan untuk menelusuri interpretasi baru

2

Fosil

Penggalian memakan waktu lama dan biaya yang sangat besar. Selain itu fosil bisa mengalami kerusakan atau hancur jika tidak diperlakukan dengan hati-hati.

Melalui fosil bisa memahami sejarah lapisan batuan di bumi. Selain itu bisa dipajang semenarik mungkin untuk menarik minat masyarakat datang ke musium

3

Tekstual

Seseorang yang melakukan penelitan berdasarkan sumber penelitan maka perlu imajinasi untuk mengamati masa lampau. Memiliki keterbatasan infomrasi yaitu terbatas dengan apa yang terdapat di dalam kandungan tulisan. Selain itu dibutuhkan kemampuan dan sumber biaya tinggi untu dapat menginterpretasi atau menterjemahkan

Terdapat bukti sehingga terlalu melibatkan peneliti secara fisik. subjek yang terlibat tidak akan menimbulkan interaksi antar peneliti. Dalam proses penelitian untuk menggali informasi dengan menggali informasi secara tuntas. Pengarang, sumber kejadian dan sejarah sudah dapat ditentukan.

4

Nontekstual

Informasi yang didapat tidak selalu utuh hanya sebagian saja. Di samping itu akuratisasi dalam bukti tersebut perlu dikaji kembali

Infomasi yang didapat lebih jelas

Rangkuman

  1. Sumber sejarah adalah bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi yang mendukung dalam penulisan sejarah.
  2. Sumber tertulis adalah keterangan dari masa lalu yang disampaikan secara tertulis dengan menggunakan media batu, rontal, kertas, daun, tempurung kura-kura, bamboo, dan lain sebagainya.
  3. Artefak diartikan sebagai semua benda dari bahan alam yang dibuat oleh manusia dengan menerapkan teknologi tertentu yang sesuai dengan zamannya.
  4. Artefak adalah alat-alat batu, logam, tulang, gerabah, prasasti lempeng dan kertas, senjata-senjata logam (anak panah, mata panah, dan lain-lain), tanduk binatang dan lain sebagainya.
  5. Fosil berasal dari bahasa Latin fosilis yang artinya dipeoleh dengan menggali’. Dalam kamus besar bahaa Indonesia, fosil adalah sisa tuLang belulang manusia atau sisa tumbuhan zaman purba yang telah membatu dan tertanam di bawah lapisan tanah.
  6. Para ahli membedakan fosil menjadi beberapa macam, yaitu fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dari batu ambar, fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di California, AS. Hewan atau tumbuhan yang diperkirakan sudah punah, tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup.
  7. Sumber tekstual dapat berupa prasasti , naskah kuno, laporan, surat kabar, buku harian, otobiografi, dan karya sastra.
  8. Kelebihan sumber tekstual atau tulisan adalah dapat menjadi catatan peristiwa yang terjadi berdasarkan yang dialami pada saat berlangsungnya peristiwa. Selain itu dapat mempermudah pengumpulan referensi. Kekurangan sumber tekstual atau tertulis aalah hanya memuat informasi yang dianggap penting untuk dicatat. Selian itu, sumber tertulis yang menggunakan media kertas atau daun-daun tertentu, tidak akan tahan erhadap perubahan kondisi cuaca dan zaman.
  9. Sumber nontekstual adalah sumber-sumber sejarah yang tidak menyampaikan pesan melalui tulisan melainkan berupa gambar ornament, foto, rekaman suara, rekaman audio visual.