Latar Belakang Bangsa Barat Datang ke Indonesia Abad 16

Latar belakang datangnya orang-orang eropa ke Indonesia adalah karena bangsa kita Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat dibutuhkan di negeri Belanda dan Eropa. Sumber daya alam tersebut antara lainnya yaitu rempah-rempah.

Kedatangannya di Indonesia maka Belanda dapat membeli rempah-rempah langsung dari asalnya dengan harga murah, kemudian mereka jual di Eropa dengan harga tinggi. Belanda mendapatkan keuntungan luar biasa dari perdagangan ini. Sehingga berduyun-duyunlah orang-orang Belanda yang lain, dan juga bangsa-bangsa Eropa untuk mencari rempah-rempah di Indonesia.

Latar Belakang Bangsa Barat Datang ke Indonesia Abad 16

Beberapa Alasan Datangnya Bangsa Barat di Indonesia

Selain rempah-rempah, kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia juga mempunyai beberapa alasan lainnya yang terjadi di luar Indonesia yaitu: perkembangan ekonomi, revolusi industri, kemajuan teknologi, semangat 3G, dan juga teori Heliosentris. Berbagai hal tersebut akan saya jelaskan dibawah ini.

  1. Perkembangan Merkantilisme, revolusi industri, dan kapitalisme

Merkantilisme, yakni suatu faham kebijakan politik dan ekonomi suatu negara dengan tujuan memupuk hasil kekayaan (berupa emas) sebanyak-banyaknya sebagai standar kesejahteraan dan kekuasaan untuk negara itu sendiri. Untuk mencapai tujuan itu mucullah semangat dari beberapa Negara Eropa untuk mencari daerah jajahan. Beberapa negara merkantilisme di Eropa misalnya; Perancis , Inggris, Jerman, Belanda.

Revolusi industri adalah pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang yang dikejakan oleh tenaga manusia atau hewan menjadi tenaga mesin. Penggunaan mesin dalam industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, dan barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dan cepat. Berkembangnya revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak. Mereka juga memerlukan daerah pemasaran untuk hasil-hasil industrinya.

Kapitalisme merupakan suatu paham yang beranggapan bahwa dalam perekonomian, untuk mendapatkan keuntungan yang besar harus mempunyai modal sebesar-besarnya. Pemilikan modal yang besar dengan sendirinya akan menguasai berbagai sektor produksi, bahan baku, dan pemasaran. Menurut kapitalisme seseorang bebas memupuk kekayaannya.

  1. Jatuhnya Konstantinopel oleh Kekaisaran Turki Usmani tahun 1453

Penguasa Turki Islam dari dinasti Utsmani berhasil merebut Konstantinopel (Istambul) pada tahun 1453. Pada saat itu Konstantinopel merupakan pusat pemerintahan Romawi Timur. Dengan jatuhnya Konstantinopel, maka perdagangan di Laut Tengah dikuasai oleh pedagang-pedagang Islam. Hal inilah yang mendorong para pedagang Eropa mencari jalan lain untuk mencapai penghasil rempah-rempah (Asia).

  1. Dorongan Semangat 3G

Kedatangan bangsa-bangsa Barat juga didorong oleh semangat 3 G. Tiga G adalah semboyan gold (emas), gospel (agama), dan glory (petualangan serta kemuliaan). Gold berkaitan dengan upaya mencari kekayaan, gospel merupakan tuntutan menyebarkan agama Kristen, dan Glory merupakan tekad untuk mencapai kejayaan bangsa-bangsa Barat. Tiga semboyan itulah yang mendorong bangsa-bangsa Barat mencapai dunia timur.

  1. Tantangan teori Heliosentris

Nicolaus Copernicus seorang ilmuwan Polandia memperkenalkan teori Heliosentris tahun 1543. Menurut teori Heliosentris bahwa pusat tata surya adalah matahari. Bumi berbentuk bulat seperti bola. Teori ini bertentangan dengan teori Geosentris yang menyatakan bahwa pusat tata surya adalah bumi. Galileo, seorang ilmuwan Italia sebagai salah satu penyokong semangat pelayaran, karena ia menemukan teropong (teleskop) yang mampu melihat benda-benda yang letaknya sangat jauh.

Sampainya Bangsa Barat ke Indonesia Abad 16

Bagaimana proses perjalanan bangsa-bangsa Barat ke timur? Mereka melalui berbagai rintangan yang amat berat. Lautan luas dengan ombak besar dan ancaman angin menjadi halangan utama. Ancaman bajak laut juga sering mereka temui.

Tetapi dengan semangat 3G mereka akhirnya mampu mencapai dunia timur. Mereka adalah petualang yang tangguh. Sayang petualangan mereka kemudian menjadikan mereka sombong dan karena hawa nafsunya, mereka kemudian menjadi penjajah. Bagaimana kronologi atau urutan kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia?

  1. Ekspedisi Bangsa Portugis

Pelaut Portugis Bartolomeo Diaz pada tahun 1486 melakukan pelayaran pertama menyusuri pantai barat Afrika. Ia bermaksud melakukan pelayaran ke India, namun gagal. Ekspedisinya hanya berhasil sampai di ujung selatan Afrika. Selanjutnya orang Portugis menyebutnya sebagai Tanjung Harapan Baik (Cape of Good Hope).

Vasco da Gama melanjutkan ekspedisi Bartolomeo Diaz tahun 1498. Akhirnya Vasco da Gama berhasil mencapai Kalikut, India. Dengan demikian, ia telah menemukan jalan baru menuju pusat rempah-rempah. Dalam perjalanan selanjutnya akhirnya Portugis mencapai Malaka tahun 1511 di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. Ia berhasil menguasai Malaka, dan selanjutnya memasuki wilayah Nusantara.

  1. Ekspedisi Bangsa Spanyol

Teori Heliosentris salah satu pendorong Christophorus Colombus mencapai Hindia timur melalui jalur barat Eropa. Pada tahun 1492, dengan dukungan Ratu Isabella Colombus memulai pelayaran melalui Samudra Atlantik. Colombus berhasil mencapai kepulauan Bahama di Karibia Amerika. Colombus mengira dirinya telah sampai di Hindia, sehingga menamai penduduk setempat sebagai orang Indian.

Akibatnya benua Amerika oleh orang Eropa disebut sebagai Hindia Barat. Colombus menjadi pioner menuju Hindia Timur melalui jalur barat. Penerusnya bernama Ferdinand Magellan melakukan pelayaran tahun 1519. Satu tahun kemudian Magellan sampai dii Filipina. Di Filipina ia wafat karena terlilbat konflik dengan kerajaan setempat. Sebastian d’Elacano, penerus Magellan berhasil mencapai kepulauan Maluku tahun 1521. Di Maluku bangsa Portugis telah sampai terlebih dahulu.

Portugis dan Spanyol terlibat dalam konflik antar kerajaan Ternate dan Tidore di Maluku. Pada saat itu Ternate dan Tidore sebagai kerajaan berpengaruh di Maluku sedang dalam situasi persaingan yang menjurus ke permusuhan. Spanyol memanfaatkan situasi tersebut dengan memberikan dukungan kepada Tidore. Sedangkan Portugis memberikan dukungan kepada Tidore.

Dalam perseteruan tersebut Tidore dan Spanyol dalam pihak yang mengalami kekalahan. Untuk menghindari persaingan antar bangsa Eropa yang bisa merugikan mereka, maka perjanjian Tordesillas memutuskan bahwa Spanyol tidak diijinkan melakukan perdagangan di Maluku. Salah satu hal terpenting dari perjalanan pelayaran bangsa Portugis dan Spanyol adalah bukti bumi berbentuk bulat semakin kuat.

  1. Ekspedisi Bangsa Inggris

Inggris merupakan salah satu negara yang sangat maju di Eropa. Pola perdaganngannya berbeda dengan para pedagang Eropa lainnya. Perdagangann Inggris di Asia tidak disponsori oleh pemerintah, melainkan oleh perusahaan-perusahaan swasta. Persekutuan dagang EIC (East Indian Company) merupakan gabungan dari para pengusaha Inggris.

Walaupun Inggris tiba di kepulauan Nusantara, namun pengaruhnya tidak terlalu banyak seperti halnya Belanda. Hal ini disebabkan EIC terdesak oleh Belanda, sehingga Inggris menyingkir ke India/Asia Selatan dan Asia Timur.

  1. Ekspedisi Bangsa Belanda

Pada tahun 1568-1648 terjadi perang 80 tahun antara Belanda dan Spanyol. Pemerintah Spanyol melarang pelabuhan Lisabon bagi kapal-kapal Belanda untuk melakukan aktivitas perdagangan dan pelayaran. Belanda tidak surut langkah dalam menghadapi tantangan tersebut untuk mencapai Hindia Timur. Seorang pelaut Belanda Cornelis de Houtman, memimpin ekspedisi ke Hindia Timur. Pada tahun 1595 armada mengarungi ujung selatan Afrika, selanjutnya terus menuju ke arah timur melewati Samudra Hindia. Tahun 1596 armada Houtman tiba di Pelabuhan Banten melalui Selat Malaka.

Mengapa Belanda tidak melewati Selat Malaka yang lebih ramai? Hal ini disebabkan Portugis telah menguasai Malaka, sementara mereka bermusuhan. Cornellis de Houtman merupakan pioner perusahaan-perusahaan dagang Belanda lainnya. Kedatangan Houtman di Indonesia kemudian disusul ekspedisi-ekspedisi lainnya.

Dengan banyaknya pedagang Belanda di Indonesia maka muncullah persaingan di antara mereka sendiri. Secara prinsip ekonomi, bahwa banyaknya pedagang maka harga akan naik, karena banyak permintaan, penawaran cenderung tetap. Akibat di Eropa adalah sebaliknya. Karena banyak pedagang yang membawa dagangan sama, sehingga harga rempah-rempah di Eropa cenderung turun. Akibatnya keuntungan pedagang Eropa juga turun. Keadaan ini sebenarnya merupakan prinsip ekonomi yang sehat.