-->

Hakikat Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

Pendidikan dapat dikatakan baik bila pendidikan itu dapat memberi kesempatan berkembangnya semua aspek pribadi manusia atau dengan kata lain rumusan tujuan berisikan pengembangan aspek pribadi manusia. Sukintaka (2004:27) mengutip Winarno Surachmad (1980) menyatakan bahwa, mengajar merupakan peristiwa yang terikat oleh tujuan, terarah oleh tujuan dan dilaksanakan semata-mata untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu, guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan harus benar-benar memahami tujuan pendidikan sehingga guru tersebut akan mampu menentukan langkah-langkah yang tepat sehingga pencapaian tujuan akan lebih terjamin. 

Ciri guru pendidikan jasmani dan kesehatan yang efektif adalah: 

  1. mampu mengelola lingkungan belajar siswa secara efektif, efisien dan menimbulkan rasa aman bagi siswa; 
  2. mampu mengelola lingkungan belajar siswa yang dilandasi oleh rasa cinta kasih, keterbukaan, semangat dan antusias, sabar, ikhlas serta penuh rasa empati; 
  3. menguasai bahan pelajaran, terampil dalam menggunakan berbagai metode dan gaya mengajar yang bervariasi dan menggunakan pendekatan individual;
  4. selalu tampil rapi, bersih, semangat, riang dan gembira (Toto Subroto, 2000:57). 

Selanjutnya menurut Toto Subroto (2000:31) tentang tugas guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah: 

  1. membimbing aktivitas siswa, siswa hanya dapat berenang jika ia melakukan berenang sendiri, hal yang tidak mungkin terjadi jika siswa dapat berenang hanya dengan membaca buku tentang berenang; 
  2. membimbing pengalaman siswa, berkat pengalaman siswa memperoleh pengertian, sikap, penghargaan, kebiasaan, kecakapan, keterampilan; 
  3. membantu siswa tumbuh dan berkembang, melalui pendidikan dan pengajaran pendidikan jasmani dan kesehatan yang kondusif diharapkan siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pembelajaran tidak semata-mata ditujukan kepada ujian, namun lebih dari itu hasil belajar tersebut berfungsi positif bagi kehidupan anak di kemudian hari. 

Melihat bahwa tugas dan peran guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan kompleks dan sukar untuk melaksanakannya dengan efektif, maka yang dibutuhkan adalah profil serta karakteristik personal guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang pada umumnya memenuhi persyaratan berjiwa Pancasila dan UUD 45 serta melaksanakan kompetensi guru. Disamping itu ada persyaratan utama bagi guru yakni mempunyai kelebihan dalam bidang pengetahuan dan norma yang berlaku. 

Bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, disamping profil dan persyaratan utama, sebaiknya guru mempunyai persyaratan kompetensi pendidikan jasmani dan kesehatan agar ia mampu melaksanakan tugas dengan baik. Persyaratan yang dimaksud adalah: 

  1. memahami pengetahuan pendidikan jasmani dan kesehatan sebagai bidang studi; 
  2. memahami karakteristisk anak didiknya; 
  3. mampu membangkitkan dan memberi kesempatan anak didik untuk aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan dan mampu menumbuhkembangkan potensi kemampuan motorik dan keterampilan motorik; 
  4. mampu memberikan bimbingan dan mengembangkan potensi anak didik dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan kesehatan; 
  5. mampu merencanakan, melaksanakan, mengendalikan dan menilai serta mengoreksi dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan; 
  6. memiliki pemahaman dan penguasaan kemampuan keterampilan motorik: 
  7. memiliki pemahaman tentang unsur-unsur kondisi fisik; 
  8. memiliki kemampuan untuk menciptakan, mengembangkan dan memanfaatkan lingkungan yang sehat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan jasmani dan kesehatan ; 
  9. memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi anak didik dalam berolahraga dan 
  10. mempunyai kemampuan untuk menyalurkan hobinya dalam berolahraga (Sukintaka, 2004:72). 

Syarat tersebut harus dimiliki dan mampu dijalankan oleh guru pendidikan jasmani olahraga  dan kesehatan, sebab profesi tersebut banyak diharapkan masyarakat dan dapat memberi pengaruh besar terhadap lahirnya generasi baru yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional seutuhnya.