Pengertian Globalisasi Serta Hubungannya Dengan Geostrategi Di Indonesia

Perkembangan dunia menuju arah globalisasi dan modernisasi membawa dampak positif dan negatif. Dengan berkembangnya kemajuan dunia sebagai dampak
Pengertian Globalisasi Serta Hubungannya Dengan Geostrategi Di Indonesia

Perkembangan dunia menuju arah globalisasi dan modernisasi membawa dampak positif dan negatif. Dengan berkembangnya kemajuan dunia sebagai dampak positif, globalisasi meningkatkan kebutuhan manusia akan barang barang kebutuhan hidup. Manusia semakin banyak membutuhkan bahan-bahan alam baik yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbarui.

Setiap negara memiliki kondisi geografi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Kondisi geografi inilah yang menyebabkan sumber daya alam setiap negera berbeda pula. Antar negara membutuhkan satu bentuk interaksi untuk saling melengkapi kebutuhan yang tidak dapat disediakan alam di negara tersebut.

Pengertian Globalisasi

Globalisasi atau penyejagatan adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara

Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya.

Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Ciri Globalisasi

Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.

  1. Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antar negara menunjukkan keterkaitan antar manusia di seluruh dunia.
  2. Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. 
  3. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, 
  4. Peningkatan pengaruh perusahaan multinasional
  5. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa
  6. Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.

Dampak-Dampak Globalisasi

  1. Dampak Positif Globalisasi

    1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
    2. Mudah melakukan komunikasi
    3. Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
    4. Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
    5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
    6. Mudah memenuhi kebutuhan
    7. Produksi global dapat ditingkatkan
    8. Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
    9. Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
    10. Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
    11. Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
    12. Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
    13. Berkembangnya turisme dan pariwisata 
    14. Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
    15. Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.
  1. Dampak Negatif Globalisasi

    1. Informasi yang tidak tersaring
    2. Perilaku konsumtif
    3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
    4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
    5. Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara
    6. Menghambat pertumbuhan sektor industri
    7. Memperburuk neraca pembayaran
    8. Sektor keuangan semakin tidak stabil
    9. Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
    10. Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.

Hubungan Globalisasi Dengan Geostrategi

Ditempat awalnya geostrategi diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi nama Ketahanan Nasional.

Mengingat geostrategi Indonesia memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan sebagainya, maka ia menjadi amat berbeda wajahnya dengan yang digagaskan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen dan sebagainya.

Hal itu diwujudkan melalui pendekatan kekuasaan (dan distribusi kekuasaan) yang terkandung dalam geopolitik, yaitu yang berupa desentralisasi dan dikonsentrasi secara penuh dan konsekuen. Bilamana perkuatan ini dilaksanakan secara bersungguh-sungguh dan konsisten, ada kemungkinan tidak perlu terburu-buru mengadakan pemekaran wilayah administratif.

Dalam era globalisasi ini muncullah tantangan baru yang lebih “soft” atau “canggih” yang berupa dengungan ilmiah bahwa negara bangsa atau nation state seperti Indonesia sudah tidak memadai lagi, dan harus diganti dengan bentuk lain, misalnya berupa negara suku (ethnic state), negara kepentingan (corporate state) dan negara agama (religious state), dan sebagainya.

Geostrategi Indonesia adalah metode yang harus digunakan dalam pencarian jawaban atas pertanyaan diatas, sebab, bentuk-bentuk negara sebagai alternatif negara-bangsa mempunyai konsekuensi ruang, kekuasaan maupun budaya yang berbeda. Kondisi Indonesia dalam kaitannya dengan geostrategi adalah:

  1. Secara geopolitik Indonesia “menduduki” Sea Lines of Communication (SLOC) atau alur pelayaran vital diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindie, sehingga Indonesia harus dibuat pro-Barat dan sekurang-kurangnya akomodatif terhadap kepentingan barat. Terlebih lagi diantara 7 (tujuh) selat strategis dunia, 4 (empat) berada dalam wilayah kedaulatan Indonesia. Sudah barang tentu, menurut pandangan geopolitik Alfred Thayer Mahan Indonesia memiliki bargaining power yang kuat berupa choke-paints dalam pengendalian lalu lintas laut yang melewati SLOC.
  2. Dalam suasana kecemasan pihak Barat terhadap perkembangan Islam yang dashyat, mereka melihat Indonesia merupakan negara yang moderat. Karena itu ada kepentingan menjaga Indonesia, agar tetap moderat dan bersahabat. Untuk itu harus dilakukan berbagai bentuk subversi.
  3. Potensi Indonesia sebagai penjuru Asean (atau memiliki Power Position di Asia Tenggara), dengan luas wilayah ½ (setengah) dari seluruh wilayah Asia Tenggara. “Memegang” Indonesia berarti “memegang” Asean dan ini merupakan aset politik yang luar biasa dalam rangka membendung pengaruh Cina yang oleh pihak Barat dipersepsikan sebagai ancaman masa depan.